Sabtu, 24 Agustus 2024

Tidak Terduga! 7 Penyakit yang Dapat Ditangkal dengan Mengonsumsi Semangka

- Semangka atau Citrullus lanatus Buah berikut adalah tropikal yang kental dengan vitamin, mineral, serta zat antosianin yang bermanfaat bagi kebugaran.

Buah yang bertekstur hijau luarannya ini punya rasa manis serta menyegarkan. Walaupun demikian, buah tersebut kaya akan zat gizi namun rendah glukosa dan energi, jadi boleh untuk dinikmati setiap hari.

Dikutip dari Healthline Sebagian besar komposisi dari buah semangka terdiri atas air yang bermanfaat dalam menjaga hidrataksi tubuh, sedangkan senyawa lain meliputi vitamin A, C, B6, asam folat, kalium, serta magnesium.

Berbekal komposisi yang bervariasi itu, semangka tidak sekadar menyejukkan, tetapi juga membawa banyak keuntungan bagi kesehatan.

Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa semangka dapat membantu meringankan sejumlah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh penyakit tertentu.

Maka, penyakit apakah yang bisa diobati dengan mengonsumsi buah semangka?

Penyakit yang dapat diatasi dengan mengonsumsi buah semangka

Berikut adalah sejumlah penyakit yang dapat diatasi dengan mengonsumsi buah semangka:

1. Tekanan darah tinggi

Semangka menyediakan kira-kira 15 persen keperluan vitamin C harian seseorang, serta berbagai macam vitamin dan zat gizi penting seperti potasium, vitamin A, dan B6.

Vitamin C berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh serta mendukung penyerapan zat besi oleh tubuh. Di sisi lain, vitamin A sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mata.

Semangka mengandung banyak kalium yang berguna untuk meredakan tekanan darah tinggi serta memelihara kelancaran kerja sistem saraf.

Di samping itu, kandungan likopen pada buah semangka bertugas melindungi sel-sel di dalam tubuh dari kerusakan serta memberikan dampak mengurangi tekanan darah jika dimakan dengan rutin.

Selain itu, kandungan vitamin B6 pada semangka bisa mendukung proses pemecahan protein dari makanan serta menaikkan daya tahan tubuh dan performa saraf.

2. Resiko terkena kanker serta masalah pada penglihatan karena faktor umur

Likopen merupakan zat organik yang terdapat secara alamiah di dalam semangka dan berbagai jenis buah-buahan serta sayur-sayuran, dengan ciri khas sebagai antosianin yang menunjukkan aktivitas antioksidannya.

Di samping itu, senyawa ini pula yang memberikan warna merah pada buah semangka serta mendukung kesehatan, seperti dikutip dari situs tersebut. Northwestern Health Sciences University.

Ketua Nutrisi dari Standard Process serta mantan asisten profesor di Northwestern Health Sciences University, Christina Meyer-Jax menyebutkan bahwa likopen ternyata dapat menurunkan risiko kanker, masalah jantung, dan kelainan penglihatan yang berhubungan dengan pertambahan usia.

Likopen berpotensi memperkecil inflamasi dan menahan perkembangan sel kanker, sehingga mengurangi peluang timbulnya penyakit itu.

Studi menyimpulkan bahwa peningkatan konsumsi likopen bisa membantu mengurangi peluang terkena kanker pada sistem pencernaan serta kanker prostat.

3. Gangguan pencernaan seperti konstipasi

Semangka memiliki kandunganair yang tinggi dan serat yang rendah. Keduanya penting dalam memastikan proses pencernaan tetap berlangsung baik.

Sebab itu, serat meningkatkan volume tinja dan menjadikan proses BAB menjadi lebih teratur, sedangkan air berperan dalam mendorong kotoran melewati saluran pencernaan yang pada akhirnya dapat mengurangi konstipasi.

Namun begitu, makan terlalu banyak semangka bisa menyebabkan perut kembung.

4. Obesitas

Studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients tahun 2019 menyimpulkan bahwa partisipan dengan kelebihan berat badan atau obesitas klinik yang memakan semangka sebagai alternatif untuk camilan kurus akan merasakan sensasi kenyang yang lebih signifikan.

Di samping itu, mengonsumsi semangka secara rutin tiap harinya juga terkait dengan pengurangan berat badan para partisipan dalam studi ini, serta menurunnya nilai indeks massa tubuh, tekanan darah, dan lingkar perut mereka.

5. Serangan strok dan gangguan pada jantung

Berdasarkan beberapa studi, mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan likopen bisa membantu dalam pengurangan resiko terkena penyakit jantung serta serangan strok.

Suatu penelitian pada tahun 2012 yang dipublikasikan di American Journal of Hypertension mengungkapkan adanya kaitan antara konsumsi semangka dengan kondisi penyakit jantung.

Studi telah membuktikan bahwa ekstrak buah semangka bisa memperkecil tekanan darah secara berkelanjutan, yang mana hal ini merupakan faktor pemicu utama serangan strok serta gangguan pada jantung.

Di samping itu, L-citrulline dan L-arginine, kedua zat antosianin yang terdapat pada semangka mampu memperbaiki kinerja pembuluh darah.

6. Peradangan

Campuran spesifik dari zat antosianin seperti likopen dan vitamin C yang terdapat di dalam buah semangka bisa membantu mengurangi inflamasi serta kerusakan akibat oksidasi sejalan dengan berlalunya waktu.

Inflamasi bisa menimbulkan bengkak, rasa sakit, atau kemerahan pada kulit bagi penderitanya.

Adapun peradangan kronis dapat menyebabkan kondisi serius, termasuk kanker, asma, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Studi kecil yang dimuat di Journal of Agricultural and Food Chemistry menyatakan bahwa para atlit yang meminum jus buah semangka mengalami penurunan rasa sakit pada otot sebesar 24 jam kemudian.

Bukan hanya itu saja, jus melon juga berperan dalam mengurangi detak jantung saat proses penyembuhan mereka.

Berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang dapat diatasi dengan mengonsumsi buah semangka. Meskipun demikian, apabila terdapat masalah kesehatan yang parah, sebaiknya mencari pertolongan medis serta menggunakan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Kamis, 08 Agustus 2024

Berapa Ikan Tidur? Inilah Penjelasan Ilminya

212news , Jakarta - Mayoritas organisme yang masih hidup, terutama binatang, perlu istirahat dengan tidur guna pembaruan diri serta mengembalikan tenaga mereka.

Umumnya, hewan tertidur dengan memejamkan mata, terlentang, atau mengabaikan stimulasi ringan. Lalu, bagaimana dengan ikan? Bisakah mereka tidur?

Apakah Ikan Tidur?

Menurut laporan NOAA National Ocean Service, ikan memang tidur dan istirahat dengan menurunkan kegiatan serta metabolisme tubuhnya. Namun, metode ini berbeda dibandingkan dengan mamalia yang hidup di daratan. Studi telah menunjukkan bahwa ikan dapat tertidur sementara masih waspada terhadap bahaya yang mungkin datang.

Istirahat ikan sangatlah berbeda dengan cara hewan lain tidur yakni dengan posisi terlentang sambil memejamkan mata. Sebab, ikan tidak memiliki kelopak mata untuk menutup matanya. Selain itu, ikan juga kurang memiliki struktur otak bernama neokortex yang dimiliki oleh mamalia, sehingga pola istirahat atau tidurnya pun berbeda dari mamalia.

Selain itu, tempat tidur ikan Berbeda tergantung pada jenisnya. Sebagian spesies ikan tertidur dengan posisi terlentang di bagian dasar, dan ada pula yang menyembunyikan dirinya dalam pasiran, sedangkan beberapa lainnya memilih untuk berselindong di gua-gua kecil atau di balik bebatuan besar.

Ada juga ikan yang tidur melayang atau hanyut tanpa bergerak di dekat permukaan air. Kemudian beberapa jenis ikan lain tidur dengan bersarang di tanaman, kayu apung, karang, atau benda lainnya dan hanya menggantung di sana. Sesekali mereka menggerakkan sirip untuk menjaga keseimbangan.

Bagaimana Cara Ikan Tidur?

Mengutip Aqueon, pada umumnya ikan tidur dengan cara diam dan pernapasan mereka akan melambat. Beberapa ikan bahkan bisa dipegang dengan tangan ketika mereka tidur. Meski begitu, cara tidur ikan juga bervariasi tergantung jenisnya.

Para peneliti di Universitas Stanford mengungkapkan bahwa perilaku istirahat ikan zebra memiliki kesamaan dengan pola tidur pada manusia.

Temuan penelitian mengindikasikan bahwa jenis ikan ini mempunyai tidur bertipe gelombang lambat serta tidur paradoks serupa dengan yang terdapat pada hewan mamalia, aves, atau reptile. Akan tetapi, saat berada dalam fase tidur paradoks, ikan ini tak menampilkan aktivitas mirip Rapid Eye Movement (REM) dan juga tidak tutup matanya.

Bedanya, sebagian besar spesies hiu itu unik. Sama seperti banyak jenis ikan yang biasanya tenang ketika tertidur, hiu malah mesti selalu bergerak karena mereka wajib terus berenang supaya air bisa mengalir melalui sirip dan insang mereka guna mendapatkan oksigen. Ketika istirahat, hanya separuh otak sihih saja yang tetap waspada untuk menjaga aktivitas berenang, sedangkan sisihannya boleh berehat.

Lebih menggoda lagi, sejumlah spesies ikan kakatua serta ikan wrasse laut membalut tubuhnya dengan kokon bertekstur lendir ketika tertidur. Ilmuwan menduga bahwa kantong tidur yang lembab tersebut mungkin berfungsi untuk perlindungan terhadap pemangsa maupun parasit.

Ilmuwan pun menganggap bahwa kebanyakan jenis ikan mempunyai rutinitas tidur Yang bertindak secara teratur layaknya manusia serta binatang lain. Kebanyakan ikan dalam akuarium memiliki kebiasaan diurnal, artinya mereka cenderung lebih aktif saat siang hari dan istirahat ketika malam tiba.

Namun, beberapa jenis lain seperti ikan lele, plecostomus, sejumlah ikan pisau, serta loach memiliki kebiasaan hidup nocturnal. Mereka aktif di waktu malam sementara beristirahat dalam gua atau retakan pada siang hari. Di samping itu, banyak ikan enggan tidur ketika mereka menjaga telur atau larva mereka, juga sewaktu melakukan perpindahan musiman.

RIZKI DEWI AYU

5 Jenis Ikan yang Tidak Boleh Diburu, Termasuk Ikan Arwana dan Ikan Raja Laut